Login / Register    » RSS GEMA Feed

Feed aggregator

Peran Kita Sebagai Guru Dalam Kekristenan

Sabdaspace_lokal - 30 July, 2015 - 10:42
Tahukah kita bahwa setiap kita setelah dipanggil dan di pertobatkan ada peran

read more

Categories: Blog musik

Prajurit Kristus juga Perlu Menulis — Secara Digital

RSS Blog SABDA - 28 July, 2015 - 13:18

Blog ini adalah kelanjutan dari blog sdr. Yans yang menceritakan paroh pertama perjalanan kami ke Jakarta dan Bandung tanggal 18 -- 23 Mei 2015.

Seratus lima puluh tahun yang lalu, bulan Juli tanggal 2, William Booth memulai pelayanan Salvation Army di London, Inggris, dengan nama "the East London Christian Mission". Kemudian, tanggal 24 November 1894, Staf Kapten Jacob Gerrit Brouwer dan Ensign Adolf Theodorus van Emmerik menjejakkan kaki di pelabuhan Batavia, dan menandai dimulainya pelayanan Bala Keselamatan di Nusantara.

Bala Keselamatan memiliki sejarah yang sangat panjang dan sangat berwarna, atau paling tidak itulah yang saya tangkap dari membaca buku "Zamrud di Khatulistiwa: Sejarah Gereja Bala Keselamatan di Indonesia 1894 -- 1994". Selama lebih dari 110 tahun mereka telah melayani di Indonesia, mulai pelayanan kesehatan, pelayanan kepada penderita kusta yang dibuang oleh masyarakat, orang-orang dalam tahanan, pemulung, pelayanan berbagai jenjang usia, mulai dari anak-anak yang terlantar dan anak jalanan hingga orang-orang lanjut usia, dan pelayanan di daerah-daerah yang terkena bencana.

Namun, selain pelayanan sosial yang membuat nama mereka terkenal dan nama Tuhan dimuliakan, Bala Keselamatan ternyata juga memiliki pelayanan pendidikan dan pelayanan literatur yang tidak kalah tuanya. Tercatat majalah bulanan Bala Keselamatan merupakan majalah tertua kedua di Indonesia yang masih terbit hingga saat ini, lebih dari 100 tahun usianya. Tidak hanya itu, mereka juga menerbitkan sebuah buku renungan yang mengupas Alkitab secara ekspositori dan sistematis. Di sini, saya melihat sendiri ternyata menjadi prajurit Kristus (lengkap dengan seragam dan tanda kepangkatan) tidak menghalangi mereka untuk menulis!

Untuk kegiatan pelatihan yang berlangsung di Bandung, secara garis besar kurang lebih sama dengan yang sudah dijelaskan sdr. Yans di blognya. Dari antara tujuh sesi yang saya dan Bu Yulia bawakan, sesi ketujuh yang saya bawakan mungkin adalah yang paling berkesan untuk saya. Sesi ketujuh ini ditujukan untuk mempersiapkan para "Salvationist" bertransisi ke dunia kepenulisan digital, judul presentasi adalah "C.O.D.E.", singkatan dari "Create Once Distribute Everywhere". Berdasarkan pengalaman dan pengamatan kami sebagai organisasi yang bergerak di dunia literatur dan digital, hal inilah yang akan menjadi kebutuhan organisasi Kristen di masa depan, khususnya yang berhubungan dengan literatur dan dunia digital.

Menulis di zaman sekarang tidak lagi hanya terbatas untuk buku cetak saja, tetapi juga sudah harus mulai dipikirkan buku digital dan jalur-jalur distribusi melalui media elektronik lain, termasuk email, media sosial, situs web, aplikasi Android, dll.. Ambil contoh publikasi renungan cetak yang memiliki oplah 5.000 eksemplar, setelah dicetak maka daur hidup renungan tersebut hanya sebatas jumlah eksemplarnya karena untuk mencetak ulang hampir tidak mungkin. Biaya yang dikeluarkan untuk mencetak berbanding lurus dengan jumlah cetaknya, alias 5.000 kali biaya cetak dan transportasi. Sementara itu, dengan paradigma "C.O.D.E.", maka suatu renungan hanya perlu dibuat sekali saja, dan renungan tersebut dapat didistribusikan melalui berbagai jalur untuk dapat dibaca oleh pelanggan di mana pun, kapan pun, dengan platform apa pun (web, app, dll.), dan dengan biaya yang dapat ditekan hingga mendekati nol! Kami dengan segenap hati mendorong para penulis-penulis Kristen untuk tidak hanya membatasi diri dengan menulis buku cetak, tetapi juga mulai merambah dunia digital.

Seusai memberikan pelatihan untuk Bala Keselamatan, kami berpisah dengan penuh haru karena menyaksikan semangat pelayanan mereka yang berapi-api, membuat kami pun tertular dengan semangat tersebut hingga kami pulang. Haleluya!

Dari Bandung, kami kembali ke Jakarta untuk melayani di ibadah para mahasiswa Sekolah Surya di Tangerang. Puji Tuhan, pelayanan pada hari Pentakosta tersebut kami lakukan dengan semangat yang masih menggebu-gebu dari Bandung. Kami melayani para mahasiswa yang kebanyakan berasal dari Papua, Nusa Tenggara, Kalimantan, dan beberapa tempat lainnya. Kami membagi-bagikan DVD-DVD bahan pelayanan, khususnya untuk lulusan angkatan pertama dari sekolah keguruan tersebut. Kami sungguh bersyukur karena para alumni pertama ini akan pulang ke tempat pelayanan mereka masing-masing dengan membawa bekal perpustakaan SABDA di tangan mereka.

Dari Jakarta, kami pun kembali ke Solo dengan penuh sukacita, walaupun lelah setelah mengadakan perjalanan dan pelayanan selama seminggu tanpa berhenti. Semoga Tuhan terus memberi kesempatan kepada kami untuk melayani demi kemuliaan-Nya!

Pengalaman Roadshow SABDA di Bala Keselamatan

RSS Blog SABDA - 28 July, 2015 - 13:03

Perjalanan roadshow SABDA ke Jakarta dan Bandung (selama 7 hari) ini adalah roadshow terlama yang pernah saya ikuti. Tim SABDA akan melayani di Yayasan Bala Keselamatan untuk pelatihan kepenulisan "Writing for God". Tim yang berangkat pelayanan adalah Bu Yulia, Benny, dan saya. Kami berangkat tanggal 17 Mei 2015, pukul 15.00, karena kami akan naik bus. Menurut Bu Yulia, walaupun perjalanan akan melelahkan karena naik bus, tetapi ini adalah pimpinan Tuhan. Singkat cerita, kami bersyukur karena kalau naik pesawat atau naik kereta, maka nama-nama yang sudah tertera pada tiket tidak akan bisa diganti sehingga tiket akan hangus. Padahal terjadi 2 kali perubahan nama staf yang berangkat. Puji Tuhan untuk pimpinan-Nya.

Staf Bala keselamatan telah menunggu kami di terminal sejak pukul 06.00, tetapi kami baru tiba pkl. 10.00 karena kemacetan ketika masuk kota Jakarta. Sesuai dengan jadwal, bagian pertama adalah pelatihan Kepenulisan "Writing for God" adalah di PUSDIKLAT Bala Keselamatan selama 3 hari. Kedatangan kami disambut dengan hangat meskipun kami datang setelah acara pembukaan selesai. Ketika memasuki ruangan seminar, kami bertiga disambut sangat meriah oleh para kadet dan juga Opsir dari Bala Keselamatan. Kami mendapat 3x sorakan "Haleluya", benar-benar suatu kehormatan.

Hari pertama presentasi dibawakan oleh Bu Yulia, dan saya membantu set up booth SABDA. Cuaca di Jakarta panas sekali, tetapi untungnya tiap ruangan diperlengkapi dengan AC. Malah saya sempat kedinginan karena duduk tepat di bawah AC. Hari pertama berjalan dengan lancar meskipun pada akhir sesi jam 18.00, Bu Yulia merasa tenggorokannya sakit, mungkin karena perjalanan semalam yang panjang dan kedinginan selama dalam bus. Setelah selesai sesi di hari pertama, saya dan kak Benny pergi membeli obat untuk Ibu Yulia ke apotek di seberang jalan dari gedung Bala Keselamatan. Saya kurang paham dengan keadaan Jakarta sehingga cukup terkejut dengan keadaan jalan yang sangat ramai, dan mengalami kesulitan sehingga hampir saja mendapat kecelakaan ketika menyeberang. Pengalaman yang membuat saya "kapok" menyeberang di jalanan Jakarta ... hehehe.

Setelah kami beristirahat semalam, kami mempersiapkan pelatihan untuk hari kedua. Presentasi akan diisi oleh Bu Yulia dan juga Kak Benny. Menurut saya, semuanya berjalan lancar, dan puji Tuhan tidak ada kendala apa pun yang serius. Semua peserta yang datang, 60-an kadet, kebanyakan berasal dari Sulawesi Tengah daerah Palu, karena basis dari Bala Keselamatan adalah di Palu. Banyak dari mereka yang bertanya seputar materi yang disampaikan, dan saya menjaga booth berbagai produk SABDA. Kami juga melayani instalasi aplikasi, tetapi sayang ada beberapa HP yang tidak bisa saya instal aplikasi karena masalah OS dan lain sebagainya. Bersyukur karena CD Audio bahasa Da'a laku keras ... hehe ... karena bahasa itu adalah bahasa suku yang dipakai di Palu.

Setelah selesai acara malam itu, kami bertiga berdiskusi dan memberi evaluasi tentang jalannya presentasi. Juga, kami menyeleksi pertanyaan-pertanyaan yang dikumpulkan karena besok adalah hari terakhir pelatihan. Banyak sekali dari mereka yang kurang akrab dengan dunia internet karena daerah pelayanan mereka masih di pelosok, bahkan ada yang belum memiliki listrik.

Pada sesi tanya jawab, para peserta sangat antusias mendengarkan berbagai jawaban yang disampaikan oleh Bu Yulia. Yang membuat saya berkesan adalah campur tangan Tuhan dalam setiap presentasi dan sesi acara yang kami lalui. Saya juga benar-benar terberkati dengan jawaban yang Ibu Yulia berikan, khususnya tentang pelayanan Filipus (Kisah Rasul). Saya berpikir para kadet pun pasti juga terberkati. Karena mereka akan melakukan pelayanan di luar pulau di daerah pelosok, mungkin juga di daerah yang belum mereka kenal. Kisah Filipus benar-benar membuka pandangan mereka tentang penginjilan, bahkan Tuhan bisa memakai alat apa pun, memakai siapa pun untuk memberitakan Injil. Penjelasan tentang Filipus ini disampaikan dengan menggunakan presentasi digital, banyak contoh juga dari internet.

Setelah acara foto bersama, saya dan Bu Yulia sudah dijemput untuk pergi ke daerah Mangga Besar untuk memperkenalkan pelayanan SABDA bagi beberapa hamba Tuhan dari berbagai daerah yang sedang mengikuti pelatihan di BEACH. Saya membuka booth SABDA dan juga instalasi HP di sana. Walaupun tidak banyak pesertanya, tetapi mereka benar-benar antusias melihat pelayanan SABDA. Semoga mereka terberkati dengan produk SABDA, yaitu paket yang diberikan dan juga Aplikasi Android yang juga mereka pakai.

Melalui pengalaman roadshow ini, saya melihat pertolongan Tuhan yang sungguh memberkati pelayanan tim SABDA. Saya bersyukur bisa ikut di roadshow ini karena melihat bagaimana pelayanan dan produk-produk SABDA dapat memperlengkapi para peserta sehingga mereka dapat melayani dan berbagi kepada orang-orang yang mereka layani.

Sudut pandang Allah

Sabdaspace_lokal - 28 July, 2015 - 12:45
     Jika kita berbicara mengenai sudut pandang, kita berbicara sesuatu yang sangat kompleks, bayangkan saja setiap manusia diciptakan berbeda antara satu individu dengan individu yang lain.

read more

Categories: Blog musik

Raker Mini YLSA 2015

RSS Blog SABDA - 27 July, 2015 - 13:32

Acara Raker Mini Juli 2015 diadakan agak berbeda dari tahun sebelumnya. Biasanya, Raker diadakan 2 hari penuh, tetapi karena adanya kesibukan staf, maka raker mini diadakan 3 hari; dua hari pertama hanya setengah hari dan baru hari terakhir satu hari penuh. Seperti biasa, menu utama raker adalah laporan kerja tengah tahun (Januari -- Juni 2015) dan rencana kerja tengah tahun terakhir (Juli -- Desember 2015). Akan tetapi, tentu saja bukan hanya itu yang disampaikan dalam raker mini ini.

Seperti suasana raker-raker sebelumnya, sebelum hari H, kesibukan staf terasa meningkat. Celoteh "Haduh perutku mules" kadang terdengar, khususnya dari staf yang sedang mempersiapkan materi untuk disampaikan di raker. Meski frasa itu tidak selalu bermakna sesungguhnya, itu cukup menggambarkan kesibukan, atau mungkin lebih tepat "kecemasan", teman-teman staf menjelang raker. Tidak dapat disangkal, memang ada ketegangan sendiri ketika harus menyampaikan materi di depan semua staf yang lain.

Di Griya SABDA, tempat raker ini diadakan, terdengar nyanyian "Tuhanlah Kekuatan dan Mazmurku". Nyanyian yang dipilih dan dipimpin oleh Ayub ini sangat cocok menjadi pujian pembuka raker hari pertama. Setelah penjelasan singkat dari Bu Yulia, raker dilanjutkan dengan laporan dari masing-masing divisi mulai dari divisi ITS, Web, Multimedia, Komunitas, Publikasi, PESTA , AYT, Humas, Keuangan, dan terakhir HRD. Laporan-laporan ini menolong kami melihat hasil yang sudah dicapai selama setengah tahun 2015 ini. Banyak yang bisa kami syukuri, tetapi ada juga yang harus kami evaluasi dan perbaiki. Melihat fakta ini, harapan kami, sisa waktu setengah tahun ke depan akan mendorong kami bekerja dengan lebih baik.

Hari kedua, raker diisi dengan presentasi singkat tentang berbagai topik dari beberapa staf yang sudah ditunjuk. Presentasi pertama dimulai oleh Jono yang menyampaikan tentang "Android for SABDA: Injil Digital". Kemudian, Kevin dan Andi menyampaikan tentang "Single Page Application with Angular JS"; Pak Victor tentang "Overview PL dan PB"; Liana tentang "Seni Membaca Alkitab dengan Metode BGA", Hadi, Setya, dan Evie menyampaikan tentang pelajaran yang mereka dapatkan dari mengikuti seminar kepemimpinan, dengan sumber buku "Todays Matter". Raker hari itu ditutup dengan presentasi Bu Yulia tentang "Teori Pertumbuhan", yang mendorong staf untuk tidak berhenti belajar sampai kapan pun. Pasti sudah kebayang berapa banyak informasi dan pelajaran yang kami dapat dari semua materi presentasi ini, bukan?

Raker hari terakhir kami mulai dengan PA bersama. Setelah itu, dilanjutkan dengan makan pagi bersama karena raker hari itu akan diadakan dari pagi sampai sore. Tema acara utama adalah "Visi YLSA/SABDA 2020". Visi 2020 sangat penting untuk menjadi wawasan staf supaya kami mulai mempersiapkan diri dengan pelayanan yang relevan, terutama untuk menyongsong tahun 2020. Karena YLSA bergerak dalam pelayanan melalui IT, maka pelayanan kami harus terus mengikuti perkembangan teknologi supaya pelayanan kami terus "up to date" dan tidak ketinggalan zaman. Bahkan, sering kali kami harus bisa mengantisipasi ke arah mana teknologi akan bergerak. Dalam konteks mengerti visi ke depan inilah, masing-masing divisi menyampaikan rencana-rencana tengah tahun ke depan. Acara cukup padat dan banyak komentar dan masukan yang sangat berguna bagi perbaikan masing-masing divisi.

Acara ditutup dengan wacana/rencana YLSA untuk menggelar gerakan "Apps4God" di bulan Oktober 2015, yaitu bulan ulang tahun YLSA. Ini akan menjadi salah satu "big event" dalam rangka menyambut "Visi SABDA 20/20". Bagaimana pelaksanaannya? Mari kita tunggu bersama karena masih ada banyak PR yang harus dikerjakan sebelum hal itu betul-betul terjadi.

Selain tentang kerja sama tim, penyusunan evaluasi yang baik, rencana yang SMART, secara pribadi, dalam raker ini saya banyak belajar dari materi kepemimpinan yang disampaikan oleh Hadi, Setya, dan Evie. Ada 12 fokus hidup yang perlu kita latih dan kembangkan untuk bisa menjadikan kita seorang pemimpin, atau paling tidak menghasilkan hidup yang bermakna. Dua dari dua belas poin itu adalah "Sikap Hati" dan "Nilai-Nilai Hidup". Saya melihat bahwa membentuk sikap hati yang benar sangat menentukan respons kita terhadap situasi di sekitar kita, supaya kita tidak mudah terpengaruh hal-hal yang tidak benar. Sikap hati ini akan banyak dipengaruhi oleh nilai-nilai hidup yang ditanamkan atau yang kita tanamkan dalam diri seseorang. Itulah sedikit pelajaran-pelajaran yang saya dapat di raker di YLSA 2015. Tuhan memberkati.

Kesalahan ( bagian - 1)

Sabdaspace_lokal - 26 July, 2015 - 15:23

Salah satu kesalahan yang sering dilakukan orang percaya  dalam hidupnya adalah membandingkan hidupnya dengan kehidupan orang lain. Dia ingin hidupnya seperti orang lain. Kenapa hal ini sangat berbahaya ?

1/ Dia tak akan tahu akan rencana Tuhan bagi hidupnya

read more

Categories: Blog musik

Tinggal dalam Terang

Sabdaspace_lokal - 23 July, 2015 - 15:38

Yohanes 3:17-21  Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia.

read more

Categories: Blog musik

Partisipasi untuk YLSA

Sabdaspace_lokal - 22 July, 2015 - 14:57

 

Kesempatan Bergabung dalam Pelayanan di YLSA

 

Yayasan Lembaga SABDA (YLSA) membuka kesempatan bagi para pengunjung situs untuk bergabung melayani Tuhan melalui dunia internet.

read more

Categories: Blog musik

Semoga Hukum Taurat yang INI Masih Berlaku di Masa Kini

Sabdaspace_lokal - 20 July, 2015 - 14:59

Salah satu perintah Taurat yang menakjubkan saya adalah: mengijinkan siapapun yang sedang berjalan di ladang kebun anggur orang untuk memetik buah anggur tersebut dan memakannya di tempat, hanya saja tidak boleh memasukkannya ke dalam kantong untuk dibawa pulang ataupun dijual.

Ulangan 23:24-25
24 "Apabila engkau melalui kebun anggur sesamamu, engkau boleh makan buah anggur sepuas-puas hatimu, tetapi tidak boleh kaumasukkan ke dalam bungkusanmu.
25 Apabila engkau melalui ladang gandum sesamamu yang belum dituai, engkau boleh memetik bulir-bulirnya dengan tanganmu, tetapi sabit tidak boleh kauayunkan kepada gandum sesamamu itu."

read more

Categories: Blog musik

Mengapa daging Unta haram buat dimakan?

Sabdaspace_lokal - 17 July, 2015 - 13:26

Banyak orang tidak menyadari bahwa Unta ternyata termasuk binatang yang diharamkan oleh Tuhan. Ayat-ayat ini:

Imamat 11:1-4
11:1. Lalu TUHAN berfirman kepada Musa dan Harun, kata-Nya kepada mereka:
11:2 "Katakanlah kepada orang Israel, begini: Inilah binatang-binatang yang boleh kamu makan dari segala binatang berkaki empat yang ada di atas bumi:
11:3 setiap binatang yang berkuku belah, yaitu yang kukunya bersela panjang, dan yang memamah biak boleh kamu makan.
11:4 Tetapi inilah yang tidak boleh kamu makan dari yang memamah biak atau dari yang berkuku belah: unta, karena memang memamah biak, tetapi tidak berkuku belah; haram itu bagimu.

Imamat 11:27
"Demikian juga segala yang berjalan dengan telapak kakinya di antara segala binatang yang berjalan dengan keempat kakinya, semuanya itu haram bagimu;"

read more

Categories: Blog musik

Croft

Sabdaspace_lokal - 15 July, 2015 - 17:57

Pendahuluan

Ayo, siapa yang hobi main game online atau berbagai jenis game yang lain? Kalau mau jujur, apa yang sebenarnya membuat Anda tertarik dengan game tersebut?

Apakah jenis tantangannya, settingnya, atau karakternya? Bukan jarang terjadi lho, banyak orang tertarik pada suatu game karena kepincut dengan tokohnya.

read more

Categories: Blog musik

SABDA dalam DIKLAT Guru Agama Kristen Sinode GKJ

RSS Blog SABDA - 14 July, 2015 - 15:53

Pada tanggal 19 Juni 2015, Yayasan Lembaga SABDA mendapat kesempatan untuk memperkenalkan pelayanan YLSA dan membagikan produk-produk YLSA di acara Diklat Guru Agama Kristen kelompok 1 Sinode Gereja-gereja Kristen Jawa yang berlangsung di GKJ Margoyudan , Surakarta. Mereka adalah guru-guru agama Kristen yang berasal dari Surakarta, Demak, Purwodadi, Salatiga, dan kota-kota di sekitar Surakarta.

Informasi mengenai acara ini kami dapat dari Mbak Elly, yang suaminya bekerja di GKJ Margoyudan. Kesempatan yang sangat baik ini tentu tidak kami lewatkan begitu saja. Karena itu, kami segera berkoordinasi dengan panitia. Puji Tuhan! Panitia juga mengizinkan YLSA untuk memberikan presentasi tentang produk-produk YLSA supaya para guru mengerti bahan-bahan apa saja yang tersedia sehingga dapat menggunakannya dengan tepat.

Persiapan kami lakukan dengan cepat. Indah dengan sigap mempersiapkan perlengkapan-perlengkapan untuk membuka "booth" SABDA, mulai dari CD-CD Alkitab Audio, DVD Anak, DVD Telaga, DVD Dengar Alkitab, traktat-traktat [;link], brosur, dsb., sedangkan Bayu mempersiapkan perlengkapan instalasi Alkitab dan aplikasi-aplikasi SABDA untuk laptop atau HP peserta.

Pagi harinya, saya, Ibu Yulia , Jessica, dan Harjono berangkat lebih dahulu untuk melihat apakah akan ada banyak laptop peserta yang bisa di-"instal" dengan software Alkitab. Lalu, Liana dan Ami datang menyusul. Sayang sekali, tidak banyak guru yang membawa laptop dan handphone seperti yang kami harapkan. Total ada 17 laptop dan 15 handphone yang kami isi dengan bahan-bahan SABDA, termasuk software SABDA dan aplikasi-aplikasi SABDA. Hal yang membuat kami juga bersyukur adalah Ibu Nike, salah satu panitia, yang ikut aktif membantu kami.

Kesempatan memberikan presentasi mengenai YLSA dan bahan-bahan digital SABDA disampaikan oleh Ibu Yulia. Meskipun waktu yang diberikan hanya 20 menit, tetapi melalui presentasi ini peserta mendapat banyak informasi tentang bahan-bahan yang sudah dibagikan YLSA. Sebelum presentasi, tidak banyak peserta yang datang ke booth SABDA. Namun, setelah presentasi banyak peserta yang menuju ke booth SABDA karena mereka ingin mendapatkan bahan-bahan seperti yang telah dipresentasikan Bu Yulia. Kami pun melayani mereka dengan sepenuh hati dan memberikan apa yang mereka butuhkan.

Saya sangat bersyukur ikut dalam acara roadshow ini karena banyak guru dari berbagai tempat dapat memanfaatkan bahan-bahan dari SABDA bagi kemajuan pelayanan mereka. Saya melihat tangan Tuhan bekerja sehingga pekerjaan-Nya di SABDA tidak sia-sia. Biarlah pelayanan YLSA terjadi sesuai dengan yang menjadi tujuan-Nya. Terpujilah Tuhan!

Roadshow SABDA di GAIS Gideon, Solo

RSS Blog SABDA - 14 July, 2015 - 13:39

Oleh:Meiliana*

Pada tanggal 10 Juni 2015, SABDA mendapat kesempatan untuk memperkenalkan dan membagikan bahan-bahan SABDA kepada para hamba Tuhan yang melayani di daerah pinggiran kota Solo dalam acara diklat di GAIS Gideon, Solo.

Kali ini, SABDA mengutus para wanita untuk melakukan pelayanan di sana, yaitu saya, Elly , Indah, Mei, Oci , dan Nidia. Kami berangkat pkl. 11.00 dari kantor. Sesuai jadwal, sebelum acara makan siang, panitia memberikan kesempatan kepada kami untuk mempresentasikan bahan-bahan pelayanan dari SABDA yang akan sangat berguna bagi para hamba Tuhan yang hadir. Ketika melihat kami memasuki gereja, Pdt. Rudi Wouters, yang adalah pendiri gereja GAIS Gideon, spontan berkata, "Itu tim SABDA sudah datang! Yang empunya SABDA adalah Ibu Yulia yang sangat baik dan mendedikasikan seluruh hidupnya untuk pelayanan SABDA." Saya masuk ke gereja dan masih kaget dengan suara spontan dari Pak Rudi sambil berusaha mencari dari mana sumber suara itu. Ternyata Pak Rudi ada di altar gereja dan duduk di atas kursi roda. Saya salut dengan beliau karena di tengah segala keterbatasan dan usia yang sudah lanjut, beliau masih bersemangat untuk melayani Tuhan. Pak Rudi pun langsung mempromosikan SABDA kepada seluruh peserta dan meminta mereka memberikan HP dan laptopnya untuk di-"instal" Alkitab/aplikasi-aplikasi studi Alkitab oleh tim SABDA.

Jumlah peserta yang hadir saat itu kurang lebih ada 35 orang. YLSA juga diberi kesempatan untuk mempresentasikan tentang pelayanan YLSA. Untuk itu, saya ditunjuk Bu Yulia untuk memberikan presentasi ini. Puji Tuhan! Presentasi berjalan baik. Saya berusaha menyampaikan presentasi dengan bahasa yang mudah untuk dimengerti karena kebanyakan peserta sudah berusia di atas 45 tahun. Mereka juga memberikan respons yang positif atas pelayanan "booth" SABDA yang kami lakukan. Selain membagikan aplikasi Alkitab [;link], kami juga membagikan aplikasi pendukung untuk studi Alkitab seperti Kamus Alkitab, Tafsiran, AlkiPEDIA, dan Alkitab Karaoke. Mereka antusias sekali dan memberi respons "SABDA luar biasa!" Sayangnya, tidak semua peserta memiliki gawai Android yang mendukung semua aplikasi dari SABDA.

Saya sangat salut kepada para hamba Tuhan yang memiliki kerinduan dan hati yang tulus untuk melayani orang-orang yang berada di daerah pinggiran. Mereka juga berusaha mengikuti kemajuan teknologi untuk tugas pelayanan mereka. Dari pelayanan ini, saya juga belajar bahwa sesungguhnya Yesuslah yang luar biasa karena SABDA hanyalah alat yang Tuhan pakai untuk menolong para hamba Tuhan ini melayani di era digital. Maju terus dan tetap semangat melayani TUHAN untuk Pak Pdt. Rudi W. dan semua hamba Tuhan yang sudah hadir. Segala jerih payah dan pengorbananmu tidak akan sia-sia. Imanuel.

Dua Macam Dasar

Sabdaspace_lokal - 11 July, 2015 - 01:37

Mat.7:24-27. "Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukan

read more

Categories: Blog musik

Pengalaman dan Kesanku Menjadi Juri Lomba Remaja

RSS Blog SABDA - 7 July, 2015 - 14:01

Oleh: Christia Levina Leo*

Saya cukup kaget ketika diberi tahu bahwa saya kemungkinan besar akan menjadi juri di lomba "Ekspresi Remaja di Dunia Digital" yang diselenggarakan oleh YLSA pada bulan Mei -- Juni 2015. Pertama, saya kaget karena pemberitahuannya hanya beberapa hari sebelum hari pengarahan pertama untuk peserta lomba. Kedua, karena ini akan menjadi pengalaman pertama saya menjadi juri di acara perlombaan seperti ini. Lomba yang mengambil tema "Remaja dan Amanat Agung" ini memiliki 3 jenis lomba, yaitu Desain T-shirt, Foto Art, dan Video pendek. Dari setiap jenis lomba, akan dipilih masing-masing 5 finalis yang akan diminta untuk mempresentasikan karya mereka pada penilaian terakhir, yaitu Sabtu, 13 Juni 2015.

Ternyata menjadi juri memang tidak gampang. Saya ingat bagaimana satu per satu karya saya lihat berulang-ulang sebelum diberi skor final untuk tiap kriteria penilaian. Ada karya yang konsepnya bagus tapi visualnya kurang, ada yang kebalikannya. Tapi seru juga melihat karya-karya yang masuk, melihat beragam ide kreatif yang digambarkan oleh adik-adik remaja. Ide-ide tersebut belum tentu terpikir oleh saya saat seusia mereka. Salut deh buat usaha dan kerja keras mereka, apalagi waktu tahu kalau mereka mengerjakan karyanya di waktu yang berdekatan dengan jadwal ujian kenaikan kelas! Sayangnya, beberapa karya terpaksa harus didiskualifikasi karena melanggar peraturan yang berkaitan dengan originalitas.

Setelah penilaian tahap pertama dari semua juri dikumpulkan dan dijumlah, terpilihlah 5 finalis dari masing-masing jenis lomba (yang dirahasiakan dari para juri). Hari presentasi pun tiba. Acara dimulai pada pukul 10 pagi dan diawali dengan doa bersama. Setelah itu, para juri diberikan penjelasan singkat di ruang juri. Saya yang baru tiba di Solo Jumat malam, akhirnya bertemu dengan juri-juri lainnya, yaitu Jaya, Mbak Lusi, dan Yans. Kami dipersilakan masuk dan duduk di kursi juri setelah diperkenalkan satu per satu oleh MC. Aneh juga rasanya, biasanya saya yang presentasi di depan, yang ditanya-tanyai dan dinilai, eh kali ini saya yang harus memberi penilaian dan pertanyaan. Acara presentasi pun langsung dimulai. Tiap peserta diberi waktu 5 menit untuk presentasi dan para juri diberikan waktu 5 menit untuk bertanya kepada peserta lomba.

Tahap presentasi ini menjadi tahap penilaian yang paling berkesan buat saya. Seru sekali melihat para finalis menceritakan konsep, proses pembuatan, kesulitan, dan harapan untuk karya mereka masing-masing. Ada yang penuh percaya diri, ada yang kelihatan masih gugup saat menjelaskan, ada juga yang sangat kreatif dalam membuat media presentasinya. Yang jelas, mereka semua tentu berharap karya mereka bisa menjadi berkat bagi banyak remaja lain.

Setelah semua peserta selesai memberikan presentasi, waktu makan siang pun tiba. Para juri kembali berkumpul di ruang juri. Selagi skor penilaian dihitung oleh tim, kami berdiskusi sambil makan siang. Setelah itu, setiap juri juga diberi kesempatan untuk memberi tanggapan mengenai keseluruhan acara lomba. Diharapkan kekurangan-kekurangan yang ada pada acara kali ini bisa menjadi pelajaran untuk penyelenggaraan acara selanjutnya.

Waktu yang ditunggu-tunggu pun tiba, yaitu pengumuman pemenang dari setiap lomba. Selamat untuk para pemenang! Semoga semakin bersemangat dalam berkarya untuk Tuhan, dan giat untuk belajar lebih banyak lagi. Bersyukur atas terselenggaranya acara ini. Bersyukur pula atas kesempatan yang diberikan ke saya untuk menjadi juri. Saya sangat senang melihat semangat dari para remaja yang hadir, baik peserta maupun penonton. Saya sendiri berharap setiap peserta tidak hanya berlomba untuk menjadi juara saja. Semoga setelah mengikuti lomba ini, mereka terpacu untuk menghasilkan karya-karya keren yang bisa menjadi berkat bagi banyak orang, terutama menarik bagi para remaja lain untuk semakin mengenal Kristus dan mengajak para remaja Kristen untuk giat memberitakan injil. Semangat!

Lomba “Ekspresi Remaja di Dunia Digital”

RSS Blog SABDA - 7 July, 2015 - 11:51

Saya bersyukur kepada Tuhan Yesus karena Yayasan Lembaga SABDA tidak hanya diberi hati untuk memperlengkapi para hamba Tuhan dengan berbagai bahan pelayanan, tetapi juga diberi hati untuk merangkul dan mendorong para remaja untuk turut ambil bagian dalam melakukan Amanat Agung Kristus melalui media digital.

Berawal dari kegiatan roadshow YLSA "Berekspresi di Dunia Digital" dan "Media Digital Kawan atau Lawan?" yang dilakukan di beberapa PPA, seperti (PPA Sambeng, PPA Sumpingan, PPA Samaan, PPA JFAN]) dan persekutuan siswa-siswi SMP-SMU se-Sragen, akhirnya mendorong YLSA untuk menyelenggarakan lomba bagi para remaja sebagai bentuk follow up dari roadshow-roadshow tersebut. Nah, pada saat Persekutuan Doa bersama, mulailah semua staf YLSA melontarkan ide-ide untuk kelanjutan pelaksanaan lomba ini, mulai dari tema, jenis lomba, tim juri, hadiah, dll.. Setelah melalui proses pertimbangan dan pengambilan keputusan, akhirnya YLSA mengadakan lomba "Ekspresi Remaja di Dunia Digital" dengan tema "Remaja dan Amanat Agung".

Tema lomba diambil dari Matius 28:19-20, "Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, ...." Banyak remaja dari berbagai SMP/SMU Kristen di Surakarta dan sekitarnya mendaftarkan diri mengikuti lomba ini. Pembagian kategori lomba adalah sbb.: Desain T-Shirt untuk SMP; Foto Art untuk SMP/SMU; dan Video untuk SMU). Saya sangat bersyukur melihat antusias para peserta mengikuti tahapan lomba, dari pengarahan lomba (9 Mei dan 16 Mei 2015), pengarahan presentasi bagi lima finalis per kategori lomba (6 Juni 2015), dan presentasi para finalis tentang karya mereka dan pengumuman pemenang (13 Juni 2015). Semua staf YLSA ikut ambil bagian membantu mempersiapkan dan mengatur hal-hal yang diperlukan agar pelaksanaan lomba berjalan lancar, mulai dari penyebaran brosur, jalin relasi dengan guru/mentor PPA, pengarahan lomba sampai pengumuman pemenang.

Selain 2 staf YLSA, ada juga dua Sahabat YLSA yang khusus membantu penjurian. Mereka adalah Jaya Satrio Hendrick, Christia Levina Leo, Yans Albert, dan Lusia Ratih. Keempat juri ini berjuang keras untuk menilai semua karya yang masuk ke panitia (13 Desain T-Shirt, 18 Foto Art, 5 Video Pendek) dan presentasi para peserta. Proses penilaian lomba ini dilakukan dalam beberapa tahap, sampai akhirnya membuahkan hasil siapa saja yang menjadi juaranya. Mau tahu para juaranya? Ini nih ...

Desain T-Shirt:
1. Ayu Andira Wulandari (SMPN 20)
2. Soleh Wahyu Utomo (PPA GKI Sorogenen)
3. Ivana Gracia Putri (SMP Regina Pacis)

Foto Art:
1. Noa Christian (SMU Widya Wacana)
2. Aldorino Adhisasmita Y. (SMU Pelita Kasih)
3. Michael Gilang (SMK Kristen 1)

Video:
1. Michael G., Rinaldi Eko B., Fajar Gumilang (SMK Kristen 1)
2. Brian Christiansen, Anggit Kristianto, Elvestara G., Andrew V. (GKIM Anugerah)
3. Kirana Pinkan, Francisco R., Vina Kurnia, Putri D., Setiawati A. (SMK Kristen 1)

Selamat ya untuk para juara!! Saya bangga dengan semua peserta lomba yang sudah berusaha membuat karya terbaik untuk menuangkan makna Amanat Agung Kristus melalui karya-karya mereka. Doakan agar para peserta lomba dan para remaja Kristen semakin memanfaatkan media digital untuk memberitakan Injil dan mereka membawa berkat dan pengaruh bagi sesama dan banyak orang lainnya. Saya berharap di tahun-tahun mendatang akan ada lomba-lomba seperti ini lagi, dengan persiapan yang lebih baik, dan tentu saja supaya lebih banyak remaja yang memiliki visi "IT 4 GOD". Terima kasih untuk Tuhan Yesus, teman-teman YLSA, Jaya, Vivin, dan Ibu Yulia yang banyak terlibat dalam persiapan dan pelaksanaan lomba ini. Mari kita semakin bersemangat melayani Tuhan Yesus! Amin.

Syndicate content

Komentar