Skip to main content
 

Frances Ridley Havergal, lahir pada 14 Desember 1836, adalah seorang pengarang himne bersuara emas yang dikenal karena penyerahan diri penuh sukacita kepada Tuhan. Ia terinspirasi oleh sebuah kalimat di sebuah lukisan tentang penyaliban Yesus di Dusseldorf, Jerman, yang mendorongnya menulis lagu "Nyawa Hidup Ya Tuhan" (PPK 2 B) sebagai seruan doa saat mengumpulkan dana untuk Church Missionary Society. Saat itu, ia menyerahkan hampir semua miliknya, kecuali sebuah bros dan foto, dan seluruh lirik lagu merupakan rangkuman penyerahan diri pengarangnya. Ia meninggal pada usia empat puluh dua tahun.

  • Frances Ridley Havergal
  • Lagu "Nyawa Hidup Ya Tuhan"
  • Dusseldorf
  • Church Missionary Society
  • Penyerahan diri
  • Lagu himne
  • Penyaliban Yesus
  • Doa
  • Frances Ridley Havergal lahir pada 14 Desember 1836.
  • Ia terinspirasi oleh lukisan tentang penyaliban Yesus di Dusseldorf.
  • Lagu "Nyawa Hidup Ya Tuhan" (PPK 2 B) ditulis sebagai seruan doa saat mengumpulkan dana.
  • Ia menyerahkan hampir semua miliknya, kecuali sebuah bros dan foto.

Audio

Frances Ridley Havergal dikenal sebagai pengarang himne bersuara emas. Ia lahir pada tanggal 14 Desember 1836 di Astley, Worcestershire, Inggris. Frances adalah anak bungsu dari Pdt. William Henry Havergal, seorang hamba Tuhan di Church of England.
Frances mulai menulis lagu pada usia tujuh tahun. Kerinduan dan keingintahuannya tentang Alkitab mendorongnya menghafal keseluruhan Perjanjian Baru, Mazmur, Yesaya dan Nabi-nabi Kecil. Ia juga seorang penyanyi solo contralto serta seorang pelukis klasik yang brilliant. Frances menyerahkan seluruh hidupnya pada Kristus di usia lima belas tahun.

Suatu ketika, ia sedang mengamat-amati sebuah lukisan tentang penyaliban Tuhan Yesus di sebuah galeri seni di Dusseldorf, Jerman. Ia melihat sebuah kalimat dipahat di bawah lukisan itu, berbunyi: "Kulakukan semua ini untukmu; apa yang sudah kau lakukan untuk-Ku?". Jiwa Frances tersentuh, air mata mengalir di pipinya. Sejak saat itu, ia mempersembahkan seluruh talenta yang ia miliki untuk melayani Tuhan walaupun kesehatannya kurang baik.

Ketika ia menulis lagu "Nyawa Hidup Ya Tuhan" (PPK 2 B), yang dalam judul aslinya "Take My Life and Let It Be", adalah lagu yang merupakan seruan doanya kepada Tuhan. Saat itu, ia sedang mengumpulkan dana untuk Church Missionary Society dan ia menyerahkan hampir semua miliknya kecuali sebuah bros yang selalu ia gunakan sebagai kenangan dari kedua orang tuanya dan sebuah foto bersama keponakannya. Pengalaman ini membuat ia menuliskan, "Mungkin hal ini sepele tapi satu hal yang ingin kukatakan, aku belum pernah memberikan dengan penuh sukacita seperti saat ini." Frances meninggal pada usia yang masih muda, empat puluh dua tahun.

Di balik penderitaan dan sakit yang ia alami, keseluruhan lirik lagu ini merupakan rangkuman paling indah dari penyerahan diri pengarangnya. Semoga lirik lagu ini juga mendorong kita untuk rela menyerahkan seluruh hidup kita kepada Tuhan.

Sumber:

  • Henry Gariepy: Songs in the Night, Inspiring Stories behind 100 Hymns Bron in Trial and Suffering: Michingan, William B. Eerdmans Publishing Company, 1996, h. 85.

Kategori Bahan
Jenis Bahan