Skip to main content

KK 231. KEPALA YANG BERDARAH

do=d 4/4 MM ± 63

B1. Kepala yang berdarah, tertunduk dan sedih,
penuh dengan sengsara dan luka yang pedih,
meski mahkota duri menghina harkat-Mu.
‘Kau patut kukagumi: terima hormatku.

B2. O wajah yang mulia, yang patut disembah
dan layak menerima pujian dunia,
sekarang diludahi, dihina, dicerca,
disiksa, dilukai, yang salah siapakah?

B3. Ya Tuhan, yang Kautanggung yaitu salahku;
dosaku t’lah Kaugantung di kayu salib-Mu.
O, kasihani daku yang harus dicela;
ampunilah hamba-Mu, beri anugerah!

B4. Gembala yang setia, terima domba-Mu!
‘Kau Sumber bahagia, Penuntun hidupku.
Sabda-Mu t’lah membuka karunia tak terp’ri
dan nikmat dari surga padaku Kauberi.

B5. Syukur sebulat hati kub’rikan pada-Mu,
ya Yesus yang t’lah mati demi selamatku.
Hendaklah ‘ku terhibur dengan tuntunan-Mu:
pada-Mu ‘ku berlindung di akhir hayatku.

B6. Di saat aku mati, ‘Kau tinggallah serta;
di pintu maut nanti, ya Tuhan, datanglah!
Di kala kecemasan menghimpit hatiku,
berilah kekuatan berkat sengsara-Mu.

B7. Engkaulah perlindungan di saat ajalku;
salib-Mulah, ya Tuhan, penghibur anak-Mu
dan wajah-Mu kupandang dengan iman teguh.
Berbahagia orang yang mati dalam-Mu!


Syair : O Haupt voll Blut und Wunden, Paul Gerhardt, 1656, terj. Yamuger, 1979
Lagu : Hans Leo Hässler, 1601 disederhanakan oleh Johann Sebastian Bach, 1729

Lirik baris pertama
-
Bahasa