do=d 3/4 MM ± 48
B1. Di malam g’lap seram, senyap,
dengar ada keluhan,
suara lelah penuh kesah,
ditindih ketakutan:
“Ya Bapa-Ku. piala-Ku
mestikah Kukosongkan?
Bila mesti dalam jeri
jangan ‘Ku Kautinggalkan.”
B2. Putra kudus, Sang Penebus,
sedikit tiada noda;
kini rebah kar’na lelah,
peluh-Nya campur darah.
Rembulan yang tadinya t’rang
tak tahan menyaksikan.
Awan pekat telah sekat
sinarnya dari Tuhan.
B3. Bila kelak aku tegak
di pintu kematian,
derita-Mu, ya Yesusku,
Pelitaku di jalan.
Lepaskanlah, luputkanlah
hasratku dari dunia.
Hidup baka berikanlah
di surga-Mu yang mulia.
Syair : In stiller Nacht, Friedrich von Spee (1591-1635), terj. E.L. Pohan Shn (1917-1993)
Lagu : Johannes Brahms, 1864