la=g 3/4 MM ± 104
B1. Yang mau dibimbing oleh Tuhan
dan yang berharap tak henti,
akan mendapatkan pertolongan,
bahkan di saat terpedih.
Tuhanlah dasar imannya,
bukanlah pasir alasnya.
B2. Apa gunanya tawar hati,
hanya menangis tersedu?
Apa gunanya tiap pagi
kita mulai berkeluh?
Jikalau kita bersedih,
tambah berat beban salib.
B3. Biar jiwamu kautenangkan,
tabahkan hati yang sendu:
Yang Mahatahu kauandalkan,
kasih-Nya cukup bagimu.
Tuhan telah memilihmu
dan Ia tahu yang ‘kau perlu.
B4. Pada-Nya ada sukacita;
nantikan saja waktunya.
Bila ‘kau tulus dan setia,
Tuhan menolong segera.
Ia beri berkat penuh
yang tak terduga olehmu.
B5. Jangan kausangka bahwa Tuhan
‘kan meninggalkan anak-Nya
dan bahwa hanya kemujuran
tanda dan bukti kasih-Nya.
Nanti bagimu nyatalah
betapa agung maksud-Nya
B6. Tidak mustahil bagi Allah
mengubah citra dunia:
orang yang kaya dipapakan,
yang miskin jadi mulia.
Yang Mahaadil Dialah
dalam segala tindak-Nya.
B7. Tetaplah ‘kau di jalan Tuhan,
setia dalam tugasmu;
dengan berkat yang tak berkurang
dibarui-Nya hidupmu.
Yang kepada-Nya berserah
tak ditinggalkan oleh-Nya.
Syair : Wen nur den lieben Gott läszt walten, Georg Neumark. 1657, terj. Yamuger, 1984
Lagu : Georg Neumark. 1641/1657