do=es MM ± 66
B1. Hai berdandanlah, jiwaku, tampil dari g’lap dosamu,
masuk di terang ceria, bersemaraklah mulia.
Kini ‘kau diundang Tuhan turut dalam perjamuan.
Maharaja alam raya ingin dikau bersama-Nya
B2. O betapa kurindukan kebajikannya-Mu, ya Tuhan;
air mataku tercurah mendambakan roti surga;
aku haus ‘kan minuman dari Raja kehidupan.
Dalam makan-minum itu ‘ku bersatu dengan Kristus.
B3. Tapi ‘ku gentar mengingat akan keajaiban hikmat
yang mengisi perjamuan oleh kehadiran Tuhan,
hingga sungguh kuindahkan Tubuh Kristus yang kumakan:
tak terduka, ya Tuhanku, kebesaran kuasa-Mu.
B4. Akal budi takkan mampu menguraikan mukjizat-Mu
walau orangnya ribuan, namun roti tidak kurang
Roti itu tubuh Kristus,anggur itu darah Kristus.
O misteri kehadiran! Roh Kudus yang mengartikan.
B5. Yesus, Surya kehidupan, Sumber suka umat Tuhan,
Dasar keberadaanku, Sinar penerang jiwaku,
perkenankanlah hamba-Mu layak makan di meja-Mu
yang bagiku kes’lamatan dan bagiku kemuliaan.
B6. Tuhan, Kautinggalkan surga kar’na kasih-Mu sempurna
dan tubuh-Mu Kaurelakan disalibkan, dimakamkan,
pun darah-Mu tanpa pamrih Kaucurahkan bagi kami,
agar kami dikenyangkan dan kasih-Mu dikenangkan.
B7. Yesus Roti kehidupan, aku mohon pertolongan,
agar jangan sia-sia santapan-Mu kuterima,
tapi makin kuhayati cinta kasih yang Kaubagi
hingga nanti ‘ku dijamu oleh Dikau di surga-Mu.
Syair : Schmücke dich, o liebe Seele, Johann Franck, 1649, terj. Yamuger, 1984
Lagu : Johann Crüger, 1649