Login / Register    » RSS GEMA Feed

Feed aggregator

Glossolalia

Sabdaspace_lokal - 24 May, 2015 - 16:50
Shalom saudaraku,
Selamat hari Pentakosta buat Anda semua, sore ini saya akan berbagi sedikit tentang bahasa lidah. Terlepas dari denominasi Anda, saya kira kita semua meyakini peristiwa turunnya Roh Kudus dalam bentuk lidah api ke atas murid-murid di Yerusalem. 

read more

Categories: Blog musik

Karya Roh Kudus bagi dunia

Sabdaspace_lokal - 24 May, 2015 - 16:44
Dpo: pdt. Agustina Manik
Tgl: 24 mei 2015
Nats: Yohanes 16:4b-15

Pendahuluan
Pada hari Pentakosta ini, saya mengikuti ibadah di kota asal saya, dan yang melayani adalah Pdt. Agustina Manik. Tema kotbah adalah karya Roh Kudus bagi dunia. Berikut ini adalah ringkasan kotbah.

read more

Categories: Blog musik

Jaga Booth SABDA “Sendiri”? Inilah Pengalamanku ….

RSS Blog SABDA - 21 May, 2015 - 14:34

Bersyukur kepada Tuhan Yesus karena YLSA diberi kesempatan untuk melayani para pendeta GMII di Bogor. Kesempatan ini ada karena terselenggaranya acara sidang sinode GMII. Dalam acara ini, semua pendeta GMII hadir, ada sekitar 300 pendeta. GMII mempunyai 150 gereja, dan semua gereja diwajibkan mengutus dua orang (pendeta & majelis), jadi ya minimal 300 orang ada dalam acara ini, itu belum termasuk panitia dan tamu. Acara ini berlangsung selama tiga hari, 25 -- 27 Maret 2015, di Hotel Seruni, Bogor.

Saya mewakili tim SABDA hadir di sana untuk melayani banyak pendeta. Mulai dari mempersiapkan booth SABDA, menjelaskan produk, meng-"instal" HP/Laptop, dan membagikan produk-produk SABDA, saya melakukannya seorang diri. Ada sekitar 40 HP yang saya instal. Banyak dari mereka yang tertarik dengan Kamus Alkitab (karena 'kan pendeta ... hehe). Selain itu, semua gereja mendapatkan 1 paket SABDA (DVD Anak 1.3, DVD Dengar Alkitab, dan DVD TELAGA). Pengalaman saya jaga booth SABDA sendirian cukup berkesan. Ya awalnya sih semangat, tetapi waktu mulai buka booth ... baru terasa susah karena semua harus ditangani sendiri. Yang paling terasa waktu makan siang/malam. Awalnya, saya berpikir bahwa "pasti bisa saya tangani sendiri" dan juga "tempat makannya akan dekat dengan booth", tapi ya, kenyataannya tempat makan jauh sekali (di gedung yang berbeda), dan susah cari orang untuk bantu jaga booth waktu saya makan. Namun, saya bersyukur karena ada orang-orang yang akhirnya bisa membantu. Dari pengalaman ini, saya punya saran untuk SABDA. Kalau buka booth SABDA, minimal ada dua orang yang terlibat supaya bisa saling menolong kalau ada hal-hal yang "urgent"/tidak direncanakan sebelumnya. Kita harus bisa berkomunikasi aktif dengan panitia. Sering kali dalam acara-acara seperti ini, ada beberapa hal yang berubah tanpa sepengetahuan kita, jadi kita harus aktif menghubungi panitia untuk mendapatkan informasi.

Oh iya, anggota GMII yang sudah mendapatkan produk SABDA sangat senang dan bersemangat, khususnya mereka yang mendapatkan produk Android, seperti Kamus Alkitab. Ada juga pendeta-pendeta dari pedalaman Kalimantan, mereka senang bisa membawa banyak bahan (paket SABDA) ke gereja mereka. Puji Tuhan!

Dari pengalaman ini, saya belajar "you can't do it alone", seperti yang dipelajari teman-teman sewaktu training. Saya sudah sering melakukan roadshow , dan awalnya sih saya pikir bisa dilakukan sendiri karena acara gereja sendiri dan sudah kenal banyak orang. Akan tetapi, ketika acara berlangsung, panitia sangat sibuk untuk mengurus acara, apalagi karena acara dilakukan di luar (di hotel). Jadi, karena semua sangat sibuk, tidak ada orang yang punya waktu untuk membantu saya kalau saya butuh bantuan. Bersyukur kepada Tuhan karena memang saya tidak mengerjakannya ini sendirian. Selalu ada Tuhan yang menyertai pelayanan SABDA di mana pun dan kapan pun. Terpujilah Tuhan!

Ulang Tahun Pertama Mei di YLSA

RSS Blog SABDA - 13 May, 2015 - 07:57

Hari Minggu sore, tanggal 10 Mei 2015, saya membaca notifikasi dari Facebook tentang orang-orang yang berulang tahun hari itu. Eh, ternyata salah satunya adalah Mei, teman "semeja" di kantor Griya SABDA dari Divisi PESTA, yang belum genap setahun bergabung bersama kami di YLSA. Tanpa pikir panjang, saya pun langsung mengucapkan selamat ulang tahun di wall profil Facebooknya dengan ucapan, "Eh, ada yang ultah niy ... besok ada ting ting berarti. Selamat tambah tua ya, Mei. Tambah geulis, gesit, gempi, dan gemilang. Tak doakeun ^_^." Itu adalah ungkapan doa sekaligus harapan tulus dari lubuk hati terdalam (ciee ... :-p) untuk Mei, yang selama ini dikenal sebagai salah satu staf YLSA yang cekatan, baik hati, rajin, ramah, dan tidak sombong, plus selalu asyik untuk jadi ajang ledekan teman-teman di kantor. Seperti ungkapan yang sedang 'in' saat ini, "Mei mah emang gitu orangnya ...."

Nah, hari Seninnya, saat Persekutuan staf pagi di kantor, Mei pun didaulat untuk memberi kesan dan pesan untuk hari ulang tahunnya yang perdana di YLSA, sekaligus juga pokok-pokok doa untuk disharingkan kepada kami semua. Mei dengan bijak (cie ...) mengatakan bahwa ia sungguh bersyukur kalau ia dan sebagian besar anggota keluarganya telah mengenal Tuhan Yesus. Itu adalah anugerah terbesar yang ia terima, yang sangat berarti bagi diri sendiri beserta ibu dan kakak serta adiknya. Namun, di sisi lain, ia juga berharap agar ayah dan kakak keduanya yang masih belum mengenal Kristus juga dapat beroleh kesempatan untuk mendapat anugerah keselamatan dalam pengenalan akan Kristus. Itu kemudian menjadi pokok doanya, selain juga pokok doa lainnya untuk keluarga kakak pertamanya serta adik-adiknya agar semakin berakar dan bertumbuh di dalam Kristus. Kami pun kemudian mendoakan kerinduan Mei pada keluarganya itu, disertai dengan permohonan agar Mei sendiri semakin diteguhkan dalam pelayanannya, agar semakin menjadi berkat dan memberi dampak yang baik di mana pun ia ditempatkan oleh Tuhan.

Last but not least, i wish you a very Happy Birthday, Mei. May your life will be full of love, laugh, joy, and blessings from above. Semoga lima, sepuluh, atau dua puluh tahun lagi, kalau bertemu dengan Mei dan buntut-buntutnya (haha ... Amin!), masih tetap bisa menemukan Mei yang sama, yang suka ber-haha hihi dan membawa suasana ceria di kantor, di mana saja. Kami doakan.

Kacamata Positif untuk Anak dan Remaja Broken Home

Sabdaspace_lokal - 12 May, 2015 - 17:31

“Ah dia memang anak broken home, pantas begitu perilakunya”. Demikianlah stigma yang diberikan oleh masyarakat terhadap anak/remaja yang berasal dari keluarga broken home. Keluarga broken home merupakan keluarga yang tidak utuh lagi, dalam arti keluarga mengalami perpecahan (broken).

read more

Categories: Blog musik

Doa Sebagai Komunikasi Yang Mesra, Indah Dan Penuh Sukacita

Sabdaspace_lokal - 12 May, 2015 - 13:20

Normal 0 false false false EN-

read more

Categories: Blog musik

Perjalanan Roadshow yang Menegangkan ke GKI Ngupasan

RSS Blog SABDA - 12 May, 2015 - 12:58

Oleh: Wiwin*

Suasana mendung siang hari, Sabtu, 2 Mei 2015, tidak menyurutkan persiapan kami untuk memulai perjalanan ke GKI Ngupasan, Yogyakarta. Kami (Bu Yulia, Jesica, saya, dan Yans) berangkat dari Solo sekitar pukul 14.00 WIB dengan menggunakan si "Opel" yang setia. Sebelum si "Opel" melaju, kami tentu tidak lupa berdoa bersama untuk pelayanan kami. Di tengah perjalanan, kami baru sadar bannernya ketinggalan di kantor, hemm. Kesedihan berlanjut ketika Pak Hartono, kontak person kami dari GKI Ngupasan, memberi tahu bahwa di Yogyakarta kendaraan ramai sekali, dan kami disarankan untuk tidak lewat Jalan Malioboro supaya tidak terjebak kemacetan. Ternyata belum sampai masuk Yogya, beberapa kilometer sebelum bandara Adi Sucipto, kemacetan sudah terjadi. Walaupun sempat tegang karena mobil kami hanya bisa berjalan merayap, kami berhasil keluar dari jalan utama sesuai dengan petunjuk Pak Hartono. Akan tetapi, karena ada beberapa jalan yang ditutup untuk demo buruh, maka kami terpaksa berhenti di alun-alun Keraton dan menunggu Pak Satpam gereja menjemput Bu Yulia, yang harus mengisi kebaktian jam 17.30. Walaupun tidak terlalu terasa, tetapi kami cukup panik mencari cara untuk sampai ke tempat tujuan tanpa terhalang macet. Waktu sudah menunjukkan jam 18.00 lewat ketika akhirnya Bu Yulia sampai di GKI Ngupasan bersama Pak Satpam.

Setelah melewati pengalaman yang cukup menegangkan itu, kami menjadi lega melihat Bu Yulia sudah bisa berdiri di atas mimbar dan memulai khotbahnya. Sedangkan kami juga tidak membuang waktu, langsung mengerjakan tugas kami menyiapkan booth SABDA untuk melayani jemaat GKI Ngupasan. Hadi yang sudah datang lebih dahulu di GKI Ngupasan juga langsung menyiapkan booth instalasi. Kami menyiapkan booth di Atrium di samping ruang utama ibadah. Selesai ibadah, Yans harus pulang ke Solo naik kereta api karena besok (hari Minggu) dia ada tugas di gerejanya. Malam itu, Hadi, Jesica, dan saya berjuang untuk memberikan pelayanan yang terbaik bagi mereka yang datang ke booth.

Booth langsung diserbu jemaat setelah ibadah usai. Booth SABDA menjadi penuh dengan gawai (handphone) Android untuk diinstalkan enam aplikasi SABDA, dan banyak jemaat melihat-lihat booth SABDA. Jemaat GKI Ngupasan sangat antusias mendapatkan aplikasi yang dipromosikan Bu Yulia di akhir khotbahnya. Mereka sangat berharap aplikasi-aplikasi itu akan menolong mereka belajar firman Tuhan dengan lebih luas dan menarik. Tidak hanya itu, mereka juga bisa menambah bahan-bahan audio dan DVD bahan pelayanan anak yang dipajang di booth SABDA. Untuk mereka yang tidak memiliki handphone Android, mereka cukup lega mendapatkan DVD Telaga, DVD Dengar Alkitab, dan DVD Anak serta CD Audio Alkitab dari berbagai bahasa. Bagi mereka yang ingin lebih praktis, tersedia SD Card 16 GB yang sudah diisi dengan bahan-bahan dari 3 DVD tersebut. Roadshow malam itu berhasil kami selesaikan sampai sekitar pukul 20.30 WIB. Akhirnya, kami bisa menghela napas dan mengisi perut kami di sebuah rumah makan bersama Pak Hartono dan keluarga Pak Natan. Kami beristirahat malam itu dengan nyaman di guest house gereja. Sedangkan Hadi pulang ke rumahnya di Yogya.

Antusias jemaat GKI Ngupasan untuk mendapatkan aplikasi Alkitab Android juga kami saksikan di hari Minggu, 3 Mei 2015. Setiap selesai ibadah, banyak jemaat yang menyerbu booth SABDA untuk instalasi handphone Android dan laptop, juga untuk mendapatkan CD Alkitab Audio, DVD bahan-bahan, SD Card, dan traktat. Saya senang dengan beberapa remaja dan anak sekolah minggu yang sempat mampir ke booth dan melihat video yang kami putar di Tablet. Dengan sangat semangat, saya menjelaskan isi DVD Library Anak dan menawarkan 2 traktat; Tuhan Yesus Menyelamatkanmu dan Hatiku Rumah Kristus. Semoga traktat-traktat itu mereka baca dan bagikan berkatnya kepada teman-temannya yang lain.

Ibu Yulia berkhotbah 3 kali dalam ibadah minggu di GKI Ngupasan dan senang sekali mendengar respons yang mereka sampaikan secara langsung ke Bu Yulia. Firman yang dikhotbahkan diambil dari Kisah Para Rasul 8:26-40. Khotbah itu sekaligus menjadi contoh cara penggalian ekspositori yang bisa dilakukan oleh jemaat dibantu dengan aplikasi Kamus Alkitab, AlkiPEDIA, dan Tafsiran.

Dalam 4 kali ibadah itu, Sabtu dan Minggu, antara Hadi dan Jesica telah sempat menginstal aplikasi SABDA di hampir 140 handphone dan beberapa laptop. Benar-benar kerja keras sehingga mereka tidak berinteraksi dengan bebas dengan para pengunjung. Saya juga bersukacita dapat membagikan 82 DVD Library Anak, 60 DVD Telaga, 78 DVD Dengar Alkitab sehingga jemaat dapat membawa pulang bahan-bahan yang dapat memperlengkapi pelayanan mereka. Pelayanan SABDA di GKI Ngupasan dapat berjalan baik karena didukung oleh pelayanan yang sangat bersahabat dari pihak gereja. Selain memberi perhatian, mereka juga ikut membuat kami bersemangat dan bersukacita, terutama Bapak Hartono dan ibu-ibu yang sangat ramah menemani kami melayani. Terima kasih Tuhan untuk teman sekerja yang baik dari GKI Ngupasan!

Yans datang lagi ke Yogyakarta sekitar jam 20.00 untuk membawa kami dan "Opel" pulang ke Solo. Kami tiba di kantor dengan selamat sekitar pukul 21.30. Terima kasih Tuhan untuk kuasa dan pemeliharaan-Mu yang menyertai kami! Terpujilah nama-Mu!

*Wiwin adalah staf magang YLSA.

WANITA MASA KINI

Sabdaspace_lokal - 12 May, 2015 - 10:23

Normal 0 false false false EN-

read more

Categories: Blog musik

Anak Tuhan dengan roh yang kasar, mungkinkah?

Sabdaspace_lokal - 12 May, 2015 - 06:08

Karakteristik manusia, diakui atau tidak diakui merupakan imbas dari roh yang mempengaruhi roh manusia tersebut. Saat kita masih "manusia dunia", maka kita di bawah pengaruh roh dunia, dan karakteristik roh dunia bermanifestasi melalui karakkter kita, penampilan kita, watak dan tabiat kita. Mungkinkah kita yang mengaku sebagai anak Allah, atau anak Tuhan, kita memperoleh roh yang kasar? Karena dari sisi penampilan, kita adalah pribadi yang kasar? kita memiliki karakter yang kasar?

Yesus menjungkir balikkan meja kursi penukar uang di Bait Allah. Apakah karakter Yesus kasar? Apakah bertentangan dengan perkataanNya sendiri: "..karena Aku lemah lembut"......??

read more

Categories: Blog musik

Pengalamanku di SABDA

RSS Blog SABDA - 11 May, 2015 - 10:39

Oleh: Eben Gunadi*

Saya bersyukur bahwa selama lebih dari setengah tahun ke belakang ini diberi kesempatan untuk magang di SABDA. Jarang di dunia ini ada komunitas seperti SABDA -- komunitas yang dibenamkan di dunia teknologi modern yang begitu canggih, tetapi masih hidup dan berinteraksi di tengah-tengah pedesaan yang sederhana. Namun, justru karena kontradiksi itulah, saya bisa bertumbuh dalam dua aspek yang berbeda (tetapi sama pentingnya), yakni dalam keterampilan teknologi maupun dalam kebudayaan Kristen yang ditegakkan di SABDA.

Dalam segi teknologi, hal pertama yang harus dipelajari adalah bahwa tidak ada satu orang yang bisa memberi dampak besar kalau hanya sendirian. Karena dunia teknologi begitu luas dan berbagai jenis, sangat diperlukan kemampuan untuk berkerja sama sebagai satu tim dalam menyelesaikan tugas dengan efektif. Dalam konteks ini; hal-hal seperti workflow (sistem kerja), komunikasi (bahkan komunikasi yang berlebihan), dan sikap positif, menjadi hal-hal yang sangat penting dalam lingkungan IT. Ini tidak mudah karena IT menuntut perkembangan karakter dari pelakunya. Saya sendiri masih ingat bagaimana sulitnya berjuang untuk tetap fokus di rapat-rapat tim; untuk mendengar usulan rekan-rekan yang lain dengan terbuka, dan bahkan untuk bisa merasa senang ketika menemukan masalah (karena itu membuka kesempatan untuk perkembangan!).

Dunia teknologi yang berkembang secepat kilat juga menuntut para pekerjanya untuk senang belajar hal-hal yang baru. Bahkan, salah satu pengurus di SABDA merekomendasikan kami untuk membaca paling tidak 100 halaman buku IT setiap hari! Tapi memang sangat penting juga bagi setiap anggota dalam tim IT untuk bisa belajar secara mandiri. Akan sangat membebankan tim jika ada orang yang harus terus-menerus meminta bantuan/penjelasan dari rekan-rekannya, dan orang yang tidak gemar belajar hal-hal baru tentang IT kemungkinan besar juga tidak akan membawa sikap positif ke dalam kantor kerja. Bagi saya sendiri, butuh waktu yang cukup lama -- juga diperlambat dengan penyesuaian fisik, transisi dari LA ke Solo -- untuk menemukan rutinitas belajar yang produktif. Hal yang saya temukan berguna bagi saya adalah belajar memakai situs-situs interaktif, pertama-pertama dengan codeacademy.com, dan sekarang dengan teamtreehouse.com (codeschool.com juga situs yang layak diperiksa). Untuk membuat fondasi yang kuat sebagai web designer, saya sedang berusaha untuk menekuni HTML & CSS, JS & JQ, serta sedikit PHP untuk coding.

Di jam kerja SABDA sendiri ada banyak hal teknis yang harus dipelajari, mulai dari hal-hal mendasar seperti cara membuat proposal situs, menginventarisasi konten, dan merencanakan layout situs, sampai ke hal-hal yang lebih teknis seperti membuat script PHP yang bisa interaktif dengan database MySQL untuk mengelola data. SABDA memakai CMS Drupal untuk membuat situs-situsnya, dan program ini juga sesuatu yang tidak mudah dipelajari. Saya masih ingat, pada bulan-bulan awal di SABDA, saya menghabiskan banyak jam di kantor untuk menonton video tutorial satu demi satu untuk bisa menggunakan Drupal.

Mungkin semua hal teknis tersebut bisa pelajari di luar SABDA, tetapi hal yang membuat SABDA unik adalah cara semua hal itu dapat diintegrasikan ke dalam kebudayaan dan komunitas Kristen yang erat. SABDA memiliki fasilitas mess yang cukup luas, yang memungkinkan sekitar setengah dari stafnya bisa hidup bersebelahan dengan kantor dan dengan sesama. Ditambah lagi lingkungan pedesaan yang tidak memiliki terlalu banyak hiburan materi, dan hasilnya adalah sekelompok orang yang bisa berkawan akrab dan bukan sekadar rekan kerja biasa. Rata-rata, lebih dari satu jam kerja disisihkan setiap hari untuk kami merenungkan firman bersama, berbagi berbagai macam pergumulan yang sedang dialami, serta mendukung sesama dengan kata-kata penghiburan dan doa. Sekitar sebulan sekali, kami juga pasti ada semacam acara di luar kantor, misalnya persekutuan di salah satu rumah staf ataupun retret ke tempat wisata.

Bagi orang luar yang mendengar kisah ini pasti berkata alangkah indahnya komunitas erat seperti ini. Namun, dalam aspek ini pun, saya membutuhkan waktu cukup lama untuk penyesuaian. Saat kita ada persekutuan staf yang bisa berlanjut sampai dua jam atau lebih, dibutuhkan disiplin yang tinggi untuk saya bisa fokus terus-menerus, apalagi kalau topik yang sedang dibahas tidak terkait dengan saya secara langsung. Saya masih ingat perjuangan untuk melawan pikiran saya yang melayang-layang, sampai mencoba menerapkan metode-metode meditasi ataupun mengambar muka-muka orang yang sedang berbicara. Metode-metode tersebut adalah temuan instan yang saya pakai ketika akar masalahnya, yaitu kurangnya hati yang peduli akan orang lain, sedang diperbaiki dengan perlahan. Sebab, memang tidak ada jalan pintas untuk mengembangkan kebesaran hati seperti itu. Untuk keluar wedangan bersama ketika ada kesempatan, atau untuk "nongkrong" seolah-olah tidak ada tujuan, atau menggunakan bahasa Jawa (apalagi Jawa kromo!) ketika saya bisanya hanya memakai bahasa Indonesia atau Inggris -- hal-hal kecil inilah yang sedikit demi sedikit mengubah hati saya untuk lebih peduli dengan rekan-rekanku di SABDA.

Untuk maju di masa depan, saya merasa cukup diperlengkapi SABDA; untuk bisa masuk ke dalam dunia IT maupun untuk bertumbuh secara rohani dengan konsisten dan dengan tujuan. Banyak pelajaran di dunia ini yang kita tidak bisa pelajari lewat sekolah, sebaliknya harus dengan pengalaman. Walaupun tidak dengan cara yang mudah, SABDA telah memfasilitasi pengalaman ini untuk saya agar saya bisa belajar berkerja sama dengan orang lain, mengembangkan visi dan misi yang sehat untuk hidup ini, mengubah sikap terhadap pekerjaan, dan membangun relasi dengan sesama dan dengan Allah.

Sekali lagi, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Bu Yulia dan keluarganya, serta semua rekan di SABDA, termasuk Snoopy, untuk pengalaman yang tak akan terlupakan untuk saya. Kiranya Tuhan terus memberkati dan menyertai pelayanan SABDA di abad-abad yang akan datang.

Transformers

Sabdaspace_lokal - 10 May, 2015 - 11:05
Shalom saudaraku,

read more

Categories: Blog musik

Kecanduan?

Sabdaspace_lokal - 10 May, 2015 - 10:59
Shalom saudaraku,

read more

Categories: Blog musik

Menghargai Setiap Pengalaman

Sabdaspace_lokal - 10 May, 2015 - 10:57

Setiap orang pasti punya pengalaman, baik itu pengalaman baik maupun buruk. Biasanya yang diingat-ingat pasti pengalaman yang paling menyenangkan atau malah yang paling menyedihkan .. pokoknya yang paling-paling.. hehe. Kalau ingat pengalaman yang paling baik, pasti senyum akan merekah dan harapan menjadi melambung. Tapi kalau ingat pengalaman yang menyedihkan, haha ... muka masam dan mata sembab mulai menghiasi raut wajah. Itu masih mending kalau cuma seperti itu, ada juga yang malah tidak berpengharapan saking pahitnya pengalaman itu, dan tidak bisa hilang dari ingatan. Bahaya!

read more

Categories: Blog musik

Sunyi

Sabdaspace_lokal - 10 May, 2015 - 10:55
Shalom saudaraku...
Apakah Anda sering mengalami bahwa Tuhan tidak menjawab apa pun terhadap doa dan permohonan Anda? Apakah doa-doa Anda hanya menemukan kesunyian, justru ketika Anda paling mengharapkan pertolongan-Nya?

read more

Categories: Blog musik

Tercerabut

Sabdaspace_lokal - 10 May, 2015 - 10:50
Shalom saudaraku...

read more

Categories: Blog musik

Neocortex

Sabdaspace_lokal - 10 May, 2015 - 10:46
Shalom, saudaraku...

read more

Categories: Blog musik

SABDA di Kongres X Gabungan Gereja Baptis Indonesia

RSS Blog SABDA - 8 May, 2015 - 15:23

Berawal dari tawaran Pak Bambang Sriyanto yang saat itu sedang memimpin seminar "Menjawab Tantangan Kepemimpinan Kristen Abad 21", yang diselenggarakan oleh STT Berita Hidup, kami mendapat kesempatan untuk membuka booth di acara Kongres X Gabungan Gereja Baptis Indonesia yang diadakan pada Maret yang lalu di Surabaya. Pada roadshow ini, saya pergi dengan ditemani Khenny dan anak saya, Jesica, yang kebetulan sedang libur sekolah.

Selama dua hari, YLSA membagikan produk-produk SABDA, di antaranya 3 macam DVD sumber bahan, CD-CD Alkitab Audio dari berbagai bahasa, traktat, dan informasi-informasi produk YLSA supaya para hamba Tuhan Gereja Baptis yang hadir bisa membawa pulang bahan-bahan SABDA untuk memperlengkapi pelayanan mereka. Ada cukup banyak hamba Tuhan yang datang di booth SABDA, bahkan tidak saya sangka ada banyak yang tertarik dengan DVD Alkitab Aksara Jawa dan juga DVD bahan-bahan dalam bahasa Chinese .

Selain membagikan produk-produk tersebut, YLSA juga menjalin relasi dengan hamba-hamba Tuhan dari Gereja Baptis. Itulah salah satu tujuan saya ikut dalam roadshow ini. Walaupun cukup kecewa karena tidak mendapat kesempatan untuk memberikan presentasi, tapi kami cukup bersemangat melayani para hamba Tuhan yang datang ke booth kami, termasuk teman-teman dari STBI. Semoga melalui pertemuan ini, akan disambung dengan pertemuan-pertemuan berikutnya.

Ketika kami sedang berjalan keluar dari tempat pertemuan, kami bertemu dengan Bu Anna dari STTIAA Pacet yang sedang kunjungan ke rekan pelayanan dari Gereja Baptis yang ikut kongres. Pertemuan itu ternyata berbuntut panjang ... karena gara-gara pertemuan ini, beberapa minggu kemudian Bu Anna mengirim Mas Anin untuk mengikuti training di SABDA.

Kesempatan ke Surabaya juga kami manfaatkan untuk berkunjung ke rekan pelayanan yang sudah lama sekali kami kenal, yaitu Pdt. Jusuf B.S. dari Gereja Bukit Zaitun, Surabaya. Sambil saling berbagi berkat, kami banyak berbincang-bincang tentang proyek penerjemahan yang sedang dikerjakan, baik oleh Pdt. Jusuf (Alkitab Wasiat Baru) maupun oleh SABDA (Alkitab Yang Terbuka). Sungguh senang bertemu dengan hamba Tuhan yang punya passion terhadap penerjemahan Alkitab. Semoga Tuhan terus mendorong kami untuk berbagi berkat sebagai sesama pelayan Tuhan.

Perjalanan pulang ke Solo cukup unforgetable karena terjebak macet setelah Mojokerto karena ada trailer yang terguling di jalan ... wow, berjam-jam kami menunggu jalan dibuka lagi. Kami bersyukur bisa pulang dengan selamat.

To God be the glory.

Training Kepenulisan Divisi Publikasi

RSS Blog SABDA - 8 May, 2015 - 11:10

Pada bulan April, divisi Publikasi mengadakan training kepenulisan. Training kepenulisan bulan ini membahas tentang penggunaan tanda baca dan huruf kapital sesuai EYD (Ejaan Yang Disempurnakan), bagaimana menyusun paragraf yang logis, dan dasar-dasar jurnalistik. Divisi Publikasi mengadakan training kepenulisan secara rutin. Dengan adanya training kepenulisan, setiap staf Publikasi diperlengkapi dengan pengetahuan dan wawasan yang mendukung kemampuan staf dalam membuat karya tulisan. Training kepenulisan sangat penting diadakan karena staf Publikasi setiap hari bergelut dengan dunia literatur. Oleh karena itu, setiap staf dituntut untuk dapat meningkatkan keterampilan tulis-menulis, sesuai aturan tata bahasa Indonesia yang baik dan benar. Pada umumnya, peserta yang dilibatkan dalam training kepenulisan divisi Publikasi adalah seluruh Pemimpin Redaksi (PemRed), tetapi pada bulan ini divisi-divisi YLSA yang lain juga dilibatkan dalam training kepenulisan, khususnya dalam training bagaimana menyusun paragraf yang logis. Semua staf yang lain diikutsertakan dalam training ini karena mereka pun dijadwalkan menulis blog, baik untuk menceritakan pelayanan yang diikuti, mempromosikan produk-produk baru divisi, dll.. Oleh karena itu, training bagaimana menyusun paragraf yang logis sangat perlu dibagikan kepada semua staf YLSA.

Saya senang karena diberi kesempatan untuk terlibat dalam training kepenulisan, baik yang ditujukan untuk staf Publikasi maupun seluruh staf YLSA. Dengan mengikuti training kepenulisan ini, saya semakin didorong untuk mencintai dunia literatur dan tata bahasa yang berlaku di negara kita, Indonesia. Dengan adanya training kepenulisan, saya ditolong untuk semakin kritis khususnya tentang bagaimana menyusun kalimat yang benar, logis/masuk akal, dan jelas, sekaligus tidak menyalahi aturan bahasa yang berlaku. Jika bukan kita, siapa lagi yang harus menjunjung bahasa Indonesia secara tertulis dan lisan?

Syndicate content

Komentar